Khutbah Idul Adha 1444 H
Disampaikan oleh: Muhamad Yusuf, S.Sos.I
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا
هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى
الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Pada kesempatan yang berbahagia
ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala,
yang telah memberikan nikmat yang besar kepada umat-Nya dengan menghantarkan
kita ke hari raya Idul Adha yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga tetap
tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, keluarga, dan para
sahabatnya, serta kepada kita yang menjunjung tinggi agama Islam.
Tema khutbah kita pada hari ini
adalah mengenai makna Idul Adha dan pesan-pesan penting yang terkandung di
dalamnya. Ada tiga poin besar yang akan kita bahas, yaitu:
- Idul Adha dan Ketaqwaan
- Idul Adha dan Hubungan Sesama Manusia
- Idul Adha dan Peningkatan Kualitas Diri
Poin Pertama: Idul Adha dan
Ketaqwaan
Salah satu tujuan utama perayaan
Idul Adha adalah untuk menguatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala. Ketaqwaan adalah landasan yang kokoh dalam menjalani kehidupan ini.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya, "Bukanlah daging
dan darah hewan-hewan korban itu yang mencapai Allah, tetapi ketaqwaan dari
kalian yang mencapai-Nya." Oleh karena itu, perlu kita tanamkan dalam diri
kita bahwa setiap amalan yang kita lakukan, termasuk dalam penyembelihan hewan
kurban, harus didasari oleh ketaqwaan kepada Allah.
Poin Kedua: Idul Adha dan
Hubungan Sesama Manusia
Idul Adha juga mengajarkan kita
untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Ketika kita melihat
proses penyembelihan hewan kurban, kita diingatkan akan kesadaran untuk berbagi
dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah beramal seseorang yang berkorban
pada hari raya Idul Adha itu dengan apa pun yang lebih dicintainya oleh Allah
daripada mengalirkan darah hewan kurban tersebut. Dan sesungguhnya hewan itu
akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan
kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah hewan tersebut mencapai tanah, hamba
Allah yang beramal itu telah diterima di sisi Allah. Maka, berbahagialah kalian
dengan amalan itu." Dari hadits ini, kita diajarkan untuk berbagi dan
saling peduli dengan sesama, sehingga kita dapat merasakan kebahagiaan bersama
di hari raya ini.
Poin Ketiga: Idul Adha dan Peningkatan
Kualitas Diri
Idul Adha juga mengingatkan kita
akan pentingnya peningkatan kualitas diri. Dalam menyembelih hewan kurban, kita
harus memperhatikan tata cara yang benar sesuai dengan syariat Islam. Ini
mengajarkan kita tentang pentingnya ketelitian, kehati-hatian, dan pengendalian
diri dalam menjalankan perintah Allah. Selain itu, kita juga perlu
merefleksikan makna kurban itu sendiri, yaitu mengorbankan sesuatu yang kita
cintai demi Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37
yang artinya, "Maka, (Hai Muhammad) sampaikanlah cerita (kepada mereka)
tentang Ibrahim. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat jujur lagi seorang
Nabi. Dan (ingatlah), ketika ia berkata kepada bapaknya, "Hai ayahku,
mengapa kamu menyembelih sesuatu yang tidak mendengar dan tidak melihat,
padahal aku khawatir kamu akan dihinggapi azab dari Allah; maka ambillah tempat
dariku, kamu akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar."
Dalam menghadapi cobaan dan
kesulitan dalam hidup, kita perlu memiliki keberanian dan ketabahan seperti
yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim 'Alaihissalam. Kita harus siap mengorbankan
sesuatu yang kita cintai, termasuk nafsu dan keegoisan kita, untuk mendapatkan
ridha Allah dan meningkatkan kualitas diri kita.
Penutup:
Hadirin yang dirahmati Allah,
Idul Adha adalah momen yang
berharga bagi kita untuk merefleksikan nilai-nilai agama dan meningkatkan
kualitas diri. Melalui ketaqwaan, hubungan sesama manusia yang baik, dan
peningkatan kualitas diri, kita dapat menjadikan Idul Adha sebagai momen yang
bermakna dan menginspirasi.
Marilah kita menjaga semangat
Idul Adha ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Mari kita perkuat ketaqwaan
kita kepada Allah, berbagi dengan sesama, dan terus berusaha meningkatkan
kualitas diri kita.
Akhir kata, marilah kita
tingkatkan semangat kebersamaan, saling memaafkan, dan mempererat ukhuwah
Islamiyah di antara kita. Semoga kita semua diberkahi oleh Allah Subhanahu wa
Ta'ala dalam segala amal perbuatan kita. Aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar