Rabu, 28 Juni 2023

Khutbah Idul Adha 1444 H


Khutbah Idul Adha 1444 H

Disampaikan oleh: Muhamad Yusuf, S.Sos.I

 

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah memberikan nikmat yang besar kepada umat-Nya dengan menghantarkan kita ke hari raya Idul Adha yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, keluarga, dan para sahabatnya, serta kepada kita yang menjunjung tinggi agama Islam.

Tema khutbah kita pada hari ini adalah mengenai makna Idul Adha dan pesan-pesan penting yang terkandung di dalamnya. Ada tiga poin besar yang akan kita bahas, yaitu:

  1. Idul Adha dan Ketaqwaan
  2. Idul Adha dan Hubungan Sesama Manusia
  3. Idul Adha dan Peningkatan Kualitas Diri

Poin Pertama: Idul Adha dan Ketaqwaan

Salah satu tujuan utama perayaan Idul Adha adalah untuk menguatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketaqwaan adalah landasan yang kokoh dalam menjalani kehidupan ini. Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya, "Bukanlah daging dan darah hewan-hewan korban itu yang mencapai Allah, tetapi ketaqwaan dari kalian yang mencapai-Nya." Oleh karena itu, perlu kita tanamkan dalam diri kita bahwa setiap amalan yang kita lakukan, termasuk dalam penyembelihan hewan kurban, harus didasari oleh ketaqwaan kepada Allah.

Poin Kedua: Idul Adha dan Hubungan Sesama Manusia

Idul Adha juga mengajarkan kita untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Ketika kita melihat proses penyembelihan hewan kurban, kita diingatkan akan kesadaran untuk berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah beramal seseorang yang berkorban pada hari raya Idul Adha itu dengan apa pun yang lebih dicintainya oleh Allah daripada mengalirkan darah hewan kurban tersebut. Dan sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah hewan tersebut mencapai tanah, hamba Allah yang beramal itu telah diterima di sisi Allah. Maka, berbahagialah kalian dengan amalan itu." Dari hadits ini, kita diajarkan untuk berbagi dan saling peduli dengan sesama, sehingga kita dapat merasakan kebahagiaan bersama di hari raya ini.

Poin Ketiga: Idul Adha dan Peningkatan Kualitas Diri

Idul Adha juga mengingatkan kita akan pentingnya peningkatan kualitas diri. Dalam menyembelih hewan kurban, kita harus memperhatikan tata cara yang benar sesuai dengan syariat Islam. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya ketelitian, kehati-hatian, dan pengendalian diri dalam menjalankan perintah Allah. Selain itu, kita juga perlu merefleksikan makna kurban itu sendiri, yaitu mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya, "Maka, (Hai Muhammad) sampaikanlah cerita (kepada mereka) tentang Ibrahim. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat jujur lagi seorang Nabi. Dan (ingatlah), ketika ia berkata kepada bapaknya, "Hai ayahku, mengapa kamu menyembelih sesuatu yang tidak mendengar dan tidak melihat, padahal aku khawatir kamu akan dihinggapi azab dari Allah; maka ambillah tempat dariku, kamu akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar."

Dalam menghadapi cobaan dan kesulitan dalam hidup, kita perlu memiliki keberanian dan ketabahan seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim 'Alaihissalam. Kita harus siap mengorbankan sesuatu yang kita cintai, termasuk nafsu dan keegoisan kita, untuk mendapatkan ridha Allah dan meningkatkan kualitas diri kita.

Penutup:

Hadirin yang dirahmati Allah,

Idul Adha adalah momen yang berharga bagi kita untuk merefleksikan nilai-nilai agama dan meningkatkan kualitas diri. Melalui ketaqwaan, hubungan sesama manusia yang baik, dan peningkatan kualitas diri, kita dapat menjadikan Idul Adha sebagai momen yang bermakna dan menginspirasi.

Marilah kita menjaga semangat Idul Adha ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Mari kita perkuat ketaqwaan kita kepada Allah, berbagi dengan sesama, dan terus berusaha meningkatkan kualitas diri kita.

Akhir kata, marilah kita tingkatkan semangat kebersamaan, saling memaafkan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kita. Semoga kita semua diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam segala amal perbuatan kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah: Inspirasi Sejati dalam Kehidupan Kami

Sebuah Kisah dari Perspektif Anak Namaku Taqiyyah, anak kedua dari lima bersaudara. Kami lahir dan tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan c...