Selasa, 27 Juni 2023

Taqiyyah Lanjut ke MAN 13 Jakarta


PADA suatu pagi yang cerah, saya, Ayah Taqiyyah, mengantarkan Taqiyyah untuk mendaftar sekolah di MAN 13 Jakarta melalui jalur tahfiz. Kami berdua tiba di sekolah dengan semangat yang tinggi, berharap Taqiyyah dapat diterima di sekolah ini.

Setelah melewati serangkaian seleksi yang ketat, Taqiyyah berhasil lolos dengan nilai tertinggi, menduduki urutan pertama di antara calon siswa lainnya. Keberhasilannya ini membuat kami merasa bangga dan bersyukur atas usahanya yang keras dalam mempersiapkan diri.

Namun, perjalanan Taqiyyah belum berakhir. Ada tahap wawancara yang harus dilalui. Saat saya masuk ke ruang wawancara, saya bertemu dengan Pak Jefri, seorang wali murid lainnya. Kami berdua saling menyapa dan mengobrol sejenak sebelum wawancara dimulai.

Ternyata, wawancara kali ini berbeda. Tes yang diberikan adalah tes hafalan Al-Qur'an. Saya sangat terkejut ketika mengetahui hal tersebut. Namun, Taqiyyah tidak terpengaruh oleh kejutan ini. Ia dengan percaya diri melanjutkan tes hafalan tersebut. Bahkan, tes hafalan kali ini tidak hanya meminta Taqiyyah untuk menyebutkan ayat-ayat secara berurutan, tetapi juga mengacak urutan ayat-ayat hingga membaca Surah An-Naba sampai selesai.

Guru yang menjadi penguji terlihat kagum dengan kemampuan hafalan Taqiyyah. Ia merinding mendengar bacaan Taqiyyah yang begitu fasih dan penuh penghayatan. Taqiyyah berhasil mencuri perhatian guru tersebut, dan ia memberikan pujian yang tinggi atas hafalan Taqiyyah.

Setelah melewati tahap wawancara, kami melanjutkan proses lapor diri secara online. Namun, di tengah kesibukan dengan proses tersebut, saya lupa bahwa masih ada tahap pemberkasan manual offline yang harus dilakukan.

Ketika saya tiba di ruang pemberkasan, kejutan lain menanti saya. Di sana, saya bertemu kembali dengan Pak Jefri. Ternyata, anaknya juga berhasil lolos seleksi juga. Kami berdua mengobrol sambil membantu satu sama lain dalam proses pemberkasan manual. Pak Jefri memberikan beberapa tips berguna dan membagikan pengalamannya saat mengurus berkas pendaftaran.

Dengan bantuan Pak Jefri, proses pemberkasan selesai dengan lancar. Kami merasa lega dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Akhirnya, proses pendaftaran Taqiyyah di MAN 13 Jakarta selesai dengan baik, alhamdulillah. Kami berdua merasa bahagia dan berharap Taqiyyah dapat menikmati perjalanan pendidikan yang baru di sekolah barunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah: Inspirasi Sejati dalam Kehidupan Kami

Sebuah Kisah dari Perspektif Anak Namaku Taqiyyah, anak kedua dari lima bersaudara. Kami lahir dan tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan c...