Jumat, 08 September 2017

Surat Untuk Pasangan


Ketika seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang perempuan, yang paling diinginkan adalah ketentraman. Soal kecantikan dan kecerdasan, sudah tidak lagi menjadi kebangaan. Buat apa cantik dan pintar, kalau tiap hari ngajak bertengkar!

Cantik dan pintar itu penting, tapi tidak menjadi skala prioritas. Karena, kehidupan yang diinginkan seorang lelaki dalam pernikahan, adalah kehidupan yang damai, tenang, dan tentram. Sehingga seorang lelaki lebih damai tinggal di rumah dan tidak suka keluyuran. Dia dibuat kenyang oleh makanan sehat yang dimasak istrinya sendiri, dan betah di rumah karena senyum istrinya yang ramah.

Keindahan perempuan itu, tidak hanya yang bersifat fisik, tetapi juga psikis. Yang memiliki sikap anggun dan bijaksana. Keanggunan dalam sikap, dan kebijaksanaan pikiran. Sehingga tidak hanya membuat lelaki jatuh cinta, tapi juga menaruh hormat padanya.

Perempuan yang sungguh baik, adalah yang menjadikan suaminya bersyukur karena telah menikahinya, yang mampu mengubah kegelisahan menjadi ketentraman, yang menjadikan rumah sederhana terasa tinggal di surga, yang menggantikan risau dan galau menjadi kelembutan rindu. Dan yang membuat suami bahagia dan bersyukur sepanjang waktu.

Cintamu adalah cinta yang membantu lelakimu bertumbuh secara emosional, mental dan spiritual. Karena sekuat dan sehebat apapun lelaki, dia butuh penopang yang menguatkan, dan bisa menjadi sandaran yang menentramkan.

Apabila lelakimu curha atau mencurahkan sesuatu dalam pikirannya kepadamu, yang paling dibutuhkan hanyalah didengarkan. Karenanya, tahanlah dirimu agar bisa tenang dan diam mendengarkannya, dan hindari memberikan nasihat apapun yang ingin kau berikan.

Jika lelakimu diikat dengan ketat, dia akan memberontak karena tak tahan. Jika dibebaskan secara lepas, dia akan terbang. Oleh karena itu berilah lelakimu kesadaran bahwa kau mencintainya tanpa usaha mengekangnya, maka dia akan belajar setia.

Saat melihat dirimu menangis sesekali, lelakimu akan merasakan debar sayang dalam hati. Tetapi ketika melihat dirimu selalu menangis setiap hari, lelakimu akan merasa frustasi dan ingin bunuh diri.

Bukalah jendela kamarmu agar kesegaran udara pagi merasuki kehidupanmu, dan ucapkanlah selamat pagi pada hidupmu yang baru. Tersenyumlah seperti mentari pagi yang menyapamu dengan mesra. 

Tidakkah kau sadari bahwa setiap pagi lelakimu selalu menantimu? Setiap pagi dia mengulurkan tangannya untuk kau sambut dengan hatimu, karena itu sambutlah dia sekarang dengan hatimu yang indah dan membahagiakan.

Dari Lelakimu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah: Inspirasi Sejati dalam Kehidupan Kami

Sebuah Kisah dari Perspektif Anak Namaku Taqiyyah, anak kedua dari lima bersaudara. Kami lahir dan tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan c...