Rabu, 12 Juli 2023

Back to School


Hari Sabtu yang cerah itu, saya memutuskan untuk menemani anak-anakku membeli perlengkapan sekolah. Mereka akan segera kembali ke sekolah setelah menikmati liburan kenaikan kelas. Kami berangkat ke toko dengan semangat tinggi, berharap menemukan semua yang mereka butuhkan.

Kami memasuki toko perlengkapan sekolah, dan anak-anak dengan gembira memilih buku tulis, sampul, tempat pensil, dan sepatu baru. Saya membawa uang tunai sebesar 500 ribu rupiah, berpikir itu akan cukup untuk semua belanjaan mereka. Ternyata, ketika kami menghitung total belanja, jumlahnya mencapai 639 ribu rupiah. Uang saya kurang, dan saya terpaksa harus membayar sisanya dengan kartu debit.

Meskipun sedikit kecewa karena tidak dapat membayar semuanya dengan uang tunai, raut wajah ceria anak-anak membuat hati saya berbunga. Hibban, yang naik ke kelas 3 SD, sangat senang dengan sepatu barunya. Ia mencoba sepatu itu berkali-kali di sekitar rumah, dan saya turut bersyukur melihat kegembiraan di wajahnya.

Anam, yang naik ke kelas 6 SD, akan menghadapi jadwal belajar yang lebih padat dan fokus karena ujian kelulusan semakin dekat. Saya berharap Anam mampu melewati proses ini dengan baik dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Taqiyyah, yang naik ke kelas 10 (1 Aliyah), telah melewati proses seleksi yang panjang dan akhirnya diterima di MAN 13 Jakarta. Selain menjalani proses belajar di sekolah, pada Sabtu dan Ahad, Taqiyyah juga mengikuti halaqah Al-Quran. Ia berusaha menjaga hafalannya atas 30 juz agar tetap terjaga dengan baik.

Mufid, yang akan memulai kuliah tahun ini, telah memilih jurusan Tafsir Al-Quran. Saya berharap dengan pilihannya yang bijaksana, ilmunya akan bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat.

"Demi ilmu, teruslah semangat, anak-anakku," kataku sambil tersenyum. "Dengan ilmu, Insya Allah, dunia dan akhirat akan selamat."

Mereka semua melihatku dengan penuh semangat dan rasa optimis di wajah mereka. Mereka tahu bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang cerah. Kami berjalan pulang dengan hati penuh harapan, semangat, dan keyakinan bahwa anak-anakku akan meraih kesuksesan melalui ilmu yang mereka dapatkan.

Semoga perjalanan belajar anak-anakku penuh dengan keberhasilan, kegembiraan, dan prestasi yang membanggakan. Saya dan istri akan selalu menjadi pendukung setia bagi mereka, mendorong mereka untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah: Inspirasi Sejati dalam Kehidupan Kami

Sebuah Kisah dari Perspektif Anak Namaku Taqiyyah, anak kedua dari lima bersaudara. Kami lahir dan tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan c...