Rabu, 11 Mei 2022

Kehilangan


DALAM hidup, dan dalam hubungan dengan sesama manusia, sering kali lebih baik menyesal karena diam, daripada menyesal karena terlanjur mengeluarkan ucapan. Ucapan yang melukai akan sulit diobati, dan tidak cukup hanya dengan menyesali.

Berpikir lebih dulu sebelum bicara adalah pilihan cerdas. Dan sebaliknya, banyak bicara tanpa berpikir adalah cermin kebodohan.

Agar lebih jelas, saya tuliskan lewat cerita aja ya….

Begini, ada dua perempuan dan satu lelaki. Agar lebih mudah, perempuan pertama bernama Hesti, perempuan kedua bernama Dianita, dan yang lelaki bernama Zahir. Tentu ketiga nama tersebut bukanlah nama sebenarnya.

Dianita adalah teman Zahir sejak SMP. Mereka berdua sama-sama belajar di sekolah yang sama. Dan selama hari-hari saat itu, mereka habiskan dengan tekun belajar. Maka tidak heran mereka berdua menjadi siswa teladan, dan banyak prestasi yang ditorehkan.

Walaupun mereka saling kenal, karena satu sekolah. Tapi, mereka tidak pernah memendam perasaan apapun, selain hanya sebagai teman, sebatas teman, cukup sebagai teman. Setelah lulus sekolah, mereka berdua berpisah, untuk melanjutkan ke sekolah pilihan masing-masing.

-------

-------

Zahir adalah tipe lelaki Sagitarius, semangat belajarnya tinggi untuk meraih cita-citanya. Pribadinya cerdas dan berwawasan luas. Namun dia juga dikenal sebagai pribadi yang menyimpan banyak misteri. Sulit terbuka dan cenderung penuh rahasia. Di atas fakta-fakta itu, sikapnya ceria dan positif dalam menilai apapun.

Sedangkan Dianita adalah tipe perempuan Virgo. Perempuan cerdas, kuat, percaya diri, dan selalu mampu menyelesaikan pekerjaan yang sulit. Perhatiannya terhadap kesehatan badan sangat besar. Dan itu membuat dirinya sangat hati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Pada sifatnya yang periang, Dianita merupakan perempuan yang tertutup dan agak sensitif.

Mereka berdua menjadi siswa yang populer di sekolahnya masing-masing. Dan berhasil lulus dengan prestasi yang membanggakan. Karena semangat mereka adalah belajar, belajar, dan terus tekun belajar.

Setelah lulus SMA, Zahir dan Dianita makin jauh berpisah. Keduanya sudah tidak lagi bertemu karena terpisah jarak ribuan kilometer. Dianita melanjutkan kuliah di Malang, Jawa Timur, sedangkan Zahir kuliah di Bogor, Jawa Barat.

-------

-------

Beberapa tahun kemudian. Mereka bertemu di tempat yang tak terduga, dan di waktu yang tak disangka. Setelah saling menyapa, kemudian keduanya saling menatap. Ada rasa yang aneh, detak jantung keduanya berdebar. Tak satu pun kata terucap, mereka saling tersenyum dalam hati.

Lalu terjadilah sesuatu yang memang harus terjadi,

Tiba-tiba, Zahir mengeluarkan kartu undangan pernikahan, menyerahkannya kepada Dianita, dan berkata pelan …

“Nit, nanti kamu wajib datang ya, pokoknya nggak ada alasan apapun…” ucap Zahir sambil menyerahkan kartu undangan.

Dengan berupaya bersikap biasa dan tenang, dengan sambil menarik napas dalam, Dianita berkata …

“Wow, keren banget desain kartu undangannya, pasti yang akan menjadi pendampingmu adalah sosok perempuan idaman…”

“Oke, aku usahakan datang ya…” lanjut Dianita

Rupanya Zahir telah lebih dulu menemukan pasangan hidup yang cocok buat dirinya. Calon istrinya bernama Hesti. Perkenalannya dengan Hesti dimulai dari saling sapa di medsos, lalu membangun hubungan yang lebih dekat, dan kemudian…., mereka nyebar undangan! 

Begitulah jodoh.

Jodoh memang aneh,

Saya sendiri pernah mengalaminya,

Saya pernah kenal seseorang. Kemudian kami saling cinta, saling sayang, dan berkomitmen duduk berdampingan di pelaminan.

Baik saya maupun dia sama-sama yakin kalau kami berjodoh. Tapi, kemudian hubungan kami bubar di tengah jalan, kami sibuk dengan tugas masing-masing. Saya sibuk belajar, dan dia sibuk syuting. Dan sekarang dia jadian sama Stefan William…! Iya artis cowok yang main sinetron anak jalanan itu, nyebelin banget kannnnnn… sakiiiiiit!

(hahahaha, ngaco dah. Tolong kalian nggak usah sewot begitu)

-------

-------

Jadi, Zahir resmi menikah dengan Hesti. Dan kehidupan rumah tangga mereka terlihat mesra dan syahdu. Namanya juga pengantin baru,,, eaaaaa

Lalu bagaimana dengan Dianita?

Tolong temen-temen jangan pindah channel ya! saya bikin kopi dulu sebentar, hehehe

Satu tahun setelah Zahir menikah, Dianita aktif di beberapa organisasi sosial kemasyarakatan. Dan dia sering bertugas ke beberapa daerah yang terkena musibah bencana alam, dia hadir disana untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang terkena musibah, dan memberikan terapi trauma healing terutama bagi anak-anak korban bencana.

Aktivitas mulia yang dilakukannya menjadikan dirinya lebih memahami dan peka terhadap fungsi kemanusiaan. Sehingga membuat banyak orang merindukan kehadirannya, anak-anak korban bencana makin mencintainya. Dan, Dianita pun sangat nyaman dengan apa yang dilakukannya.

Suatu sore, saat Dianita asyik membersamai anak-anak, tiba-tiba ada suara telepon masuk ke nomor ponselnya. Ternyata panggilan telepon itu adalah dari salah satu teman alumni SMP-nya dulu. Temannya itu mengabarkan akan mengadakan acara reuni sekolah, dan mengundang Dianita, untuk hadir. Dan juga meminta Dianita berkenan berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai tenaga LSM. Dan, Dianita pun bersedia.

Sruput kopi dulu….

Singkat cerita, di acara reuni sekolah itu, Dianita bertemu Zahir lagi, sahabat lamanya. Saat itu Zahir datang bersama istri dan anaknya.

Oleh pembawa acara, Dianita dan Zahir diminta panitia reuni naik ke atas panggung, untuk berbagi cerita tentang pengalaman hidup mereka, pada bidang masing-masing.

Dianita bercerita tentang kisah kehidupan anak-anak korban bencana. Sedangkan Zahir bercerita tentang hiruk pikuk dunia bisnis. Semua mata tertegun, terharu, dan terkesan dengan isi kisah yang dibawakan oleh Dianita dan Zahir. Mereka pun memberikan tepuk tangan meriah yang begitu panjang, sampai keduanya duduk kembali.

Namun, sejak acara reuni itu, Hesti, istri Zahir, terbakar api cemburu. Ternyata, saat melihat keakraban suaminya dengan Dianita di acara reuni itu, hatinya perih, otaknya mendidih. Dan, akhirnya Hesti sering melampiaskan amarah kepada suaminya tanpa ada sebab yang jelas.

Kemudian tanpa diketahui Zahir, Hesti mencari nomor ponsel Dianita. Lalu, ia menulis dan mengirimkan kata-kata kasar, tuduhan, dan celaan kepada Dianita lewat chat WhatsApp.

Agar lebih objektif, berikut beberapa kalimat yang ditulis Hesti….

“Dadi wong iku ora usah munafik. Ora ono rondo, yo bojone wong diembat wae. Dadi cewe, ojo adigang adigung lan adiguno. Uripmu koyo wit gedhang. Due jantung tapi ra due ati. Enek, nyesek aku liat kowe, sing modus karo bojoku. Wajah kowe sing sawangane alim, tapi kok yo malah nyuluhi bojone orang, kue iku, blas asu tenan”

(hahahaha, yang nggak ngerti artinya, kursus deh,,,)

Dianita tidak terima dituduh tanpa bukti. Sebagai perempuan dia sangat paham apa yang dirasakan istri sahabatnya. Dan dia ingin meluruskan persoalan. Tapi, chat itu terus dikirim ke ponselnya, berulang dan berulang. Bahkan kalimat-kalimat selanjutnya lebih kasar dan menyakitkan.

Dianita sudah menyampaikan hal ini kepada Zahir. Dan meminta, agar Zahir menasehati istrinya. Serta menjelaskan persoalan agar istrinya tidak gagal paham. Tapi rupanya Hesti sudah sulit dinasehati. Api cemburu sudah semakin besar, dan sulit padam. Nasehat suaminya malah membuat dirinya berasumsi, bahwa Zahir lebih membela sahabatnya daripada istrinya sendiri.

Karena merasa tidak nyaman dengan tuduhan menyakitkan dari Hesti, dan sepertinya nasehat sudah tidak didengar lagi. Akhirnya, Dianita melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.

Lalu, bersama polisi dan penasehat hukumnya, Dianita datang ke rumah Zahir untuk meminta pertanggungjawaban Hesti.

Di hadapan polisi, Hesti baru sadar dan menyesali perbuatannya, lalu meminta maaf kepada Dianita. Dan memohon agar kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum. Melihat kesungguhan permohonan maaf Hesti, hati Dianita luluh, akhirnya kasus itu selesai secara kekeluargaan.

Namun, setelah kejadian itu, ternyata, sikap hesti semakin gak beres. Hesti malah menuduh zahir berselingkuh dengan wanita lain lagi. Zahir pun merasa sangat tidak nyaman atas sikap istrinya yang tidak bisa berpikir jernih lagi. Padahal dirinya juga sudah berusaha meredam konflik ini agar tidak melebar.  

Pihak keluarga Hesti pun juga ikut memanas-manasi keadaan. Mereka menganggap bahwa Zahirlah yang patut disalahkan. Dan mereka meminta Zahir, untuk segera mengurus proses perceraiannya dengan Hesti, secepatnya. Menurut keluarga, lebih baik berpisah daripada bersama tapi saling menyakiti. Biarlah masing-masing menempuh jalan terjal penuh duri, agar tidak lagi ada yang tersakiti.

Kenyataan ini, bagi keduanya memang pahit, dan penuh lara. Zahir sudah berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Namun, keadaan semakin memburuk. Kenyamanan dan kedamaian telah hilang. Komunikasi menjadi dingin. Cinta dan kasih sayang telah pudar.

Akhirrnya kisah cinta Zahir dan Hesti pun, selesai. Bubar, lewat pengadilan, tok, tok, tok… !

Cinta pada sejatinya adalah saling membahagiakan. Membuat tentram dan damai. Agar selamat menyebrangi bahtera samudera yang penuh ombak bahkan badai.

Maka hal terpenting adalah saling menahan ucapan kasar. Kata-kata buruk yang sudah terucap, satu atau dua hari kemudian, mungkin mudah dilupakan. Tapi satu tahun bahkan berpuluh tahun yang akan datang, orang yang kita caci maki itu belum tentu bisa melupakan.

Tutup mulut kita rapat-rapat, hindari dari berkata kasar, menuduh, dan menyakiti orang. Tahan jarimu untuk tidak menulis kalimat berisi tuduhan dan permusuhan. Kaca mudah retak karena pukulan, hati mudah hancur karena ucapan, dan nilai tinggi rendahnya manusia adalah dari ucapannya.

-------

-------

Beberapa tahun setelah bercerai, suatu malam, saat Zahir mampir ke toko mainan. Dan hendak membeli kado untuk hadiah ulang tahun anaknya. Saat asik melihat, dan memilih mainan yang cocok, tiba-tiba, dia seperti melihat sosok perempuan, sosok itu seperti yang dia kenal, dan perempuan itu tampak akan keluar toko.

Memori Zahir berpacu dengan cepat, dan seketika dia mengenali perempuan itu. “Ya Tuhan…,” pikirnya dengan jantung hampir copot. “Itu Dianita…!”.

“Dianita masih seperti dulu, anggun, lembut, dan menawan, juga tampak makin dewasa.” Kesannya dalam hati

Seketika Zahir segera berlari keluar toko mainan. Mengejar perempuan itu. Matanya terus mencari, dan mencari, dari sudut ke sudut. Hatinya penuh tanya, “kemana Dianita, kok cepat sekali pergi?”…

Tapi di luar toko tampak sepi….

Angin berhembus meliputi malam…

Tidak ada perempuan yang dia cari….

Sosok itu telah pergi, bayangannya pun tak berbekas, dan mungkin tak akan kembali, untuk hari ini dan nanti….

Tidak ada Dianita lagi, disini….

Senin, 04 November 2019

Apakah Kita Juga di Rindukan Rasul?





Rabiul Awwal, bulan ketiga di kalender Hijriah. Adalah bulan penuh hikmah. Bulan kelahiran seorang manusia pilihan. Penutup nabi dan rasul.

3,000 tahun sebelum kelahirannya. Nama nabi sudah disebut secara explisit dalam doa Nabi Ibarahim alaihissalam.

Pun 600 tahun sebelum kelahirannya, Nabi Isa sudah menjelaskan kepribadian dan pujian atasnya.

Alam semesta pun menyambut gembira atas berita kelahiran beliau.

Salah satu kisah yang tertulis di buku Maulid Diba sebagai berikut:

اللهم صل وسلم وبارك عليه
 
Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya
(Nabi Muhammad).
 
فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا
Fahtazzal Arsyu tharaban was-tibsyâra,
Maka bergoncanglah ‘Arsy karena gembira dengan adanya kabar gembira.
 
وَازْدَادَ الْكُرْسِيُّ هَيْبَةً وَوَقَارًا
Waz-dâdal kursiyyu haibatan wa waqâra, 
Dan kursi Allah bertambah wibawa dan tenang karena memuliakannya.
 
وَامْتَلَأَتِالسَّمٰوَاتُ أَنْوَارًا
Wam-tala-atis samâwâtu anwâra,
Dan langit penuh dengan cahaya.
 
وَضَجَّتِ الْمَلَآئِكَةُ تَهْلِيْلًا وَتَمْجِيْدًا وَاسْتِغْفَارًا ۩
wa dhaj-jatil mala-ikatu tahlîlan wa tanjîdan was-tighfâra
serta bergemuruh suara malaikat membaca tahlil, tamjid dan
istighfar
 
سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ للهِ وَلا اِلهَ الّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَر
 Maha Suci Allah, limpahan puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dialah Allah yang Maha Besar(4x)
 
وَلَمْ تَزَلْأُمُّهٗ تَرٰى أَنْوَاعًا مِنْ فَخْرِهِ وَفَضْلِهِ إِلىٰ نِهَايَةِ تَمَامِ حَمْلِهِ
 Dan ibunya tiada henti-hentinya melihat bermacam-macam keajaiban
hingga dari keistimewaan dan keagungannya hingga sempurna masa kandungannya,
 
فَلَمَّا اشْتَدَّ بِهَا الطَّلْقُ بِـإِذْنِ رَبِّ الْخَلْقِ
 Maka ketika ibunya telah merasakan sakit karena kandungannya akan
lahir, dengan izin Tuhannya, Tuhan pencipta makhluk,
 
وَضَعَتِ الْحَبِيْبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدًا شَاكِـرًا حَامِدًا كَأَنَّهُ الْبَدْرُ فِيْ تَمَامِهِ
 
Lahirlah kekasih Allah Muhammad SAW dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji, sedangkan
wajahnya bagaikan bulan purnama dalam kesempurnaannya.

Memperingati kelahiran nabi, adalah momentum untuk mengingat kembali perjalanan hidup beliau. 

Sebelum kelahiran--saat lahir--bayi--anak-anak--remaja--dewasa--menjadi rasul--berdakwah--hingga detik-detik beliau wafat.

Setiap fase kisah kehidupan beliau penuh warna dan nuansa indah. 

Pribadi nabi menjadi cermin besar untuk kita. 

Pertanyaannya, apaka perilaku kita sudah sesuai dengan apa yang telah beliau contohkan.

Paling tidak, saat momentum memperingati hari kelahiran beliau. Ada hal-hal penting untuk selalu kita ingat:
  1. Saat menyebut nama beliau, sertakan juga gelar beliau; al-quran dalam 4 surat berbeda menyebut nama beliau dengan gelarnya. QS. Ali Imron: 144. QS. Al Ahzab:40. QS. Al Fath: 29. QS. Muhammad:2
  2. Perbanyak membaca shalawat. Karena jasa beliau begitu besar. Dan kita bisa membalas jasa dan budi baik beliau. QS. Al Ahzab:56
  3. Selalu berusaha menghidupkan dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau. 
  4. Jadikan beliau sebagai uswah. Dan kenalkan sosok beliau kepada anak dan generasi muda.
  5. Pelajari siroh kehidupan beliau. Dengan ini kita makin cinta dan rindu kepada beliau.
Suatu waktu,  saat perang Uhud, wajah Rasulullah terluka, gigi gerahamnya tanggal, dua keping lingkaran rantai topi besi yang menutupi wajah Rasulullah menembusi pipinya.

Di waktu lain, saat hijrah ke Thaif. Penduduk Bani Tsaqif menolak beliau. Dan memerintahkan anak-anak untuk ikut mengusir beliau dan melempari dengan batu. 

Hingga, darah pun mengalir dari tubuh beliau.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah bersabda.”Kapan aku akan bertemu para kekasihku?” 

Para sahabat bertanya, ”Bukankah kami adalah para kekasihmu?” 

Rasulullah menjawab,”Kalian memang sahabatku, para kekasihku adalah mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi mereka percaya kepadaku. Dan kerinduanku kepada mereka lebih besar.” 

Akankah kita termasuk mereka yang dirindukan Rasulullah?

Senin, 23 September 2019

4 Hari Pelatihan PRIME





























Pusing

Njelimet

Ngebul

Mantul

Luar biasa

Keren

Asik

Hangat

Hebat

Mencerahkan

Itulah kesan yang muncul dari seluruh peserta training PRIME. Training ini berlangsung selama empat hari. Dari tanggal 19 – 22 September 2019. Di Hotel Fave – Depok.

Training PRIME ini diselenggarakan oleh NICE Indonesia.

Mengapa bikin ngebul?

“Materinya banyak, tapi harinya terbatas. Otak seperti terkuras.…”

Itu pendapat dari salah satu peserta.

Bobot materi yang disampaikan sangat berkualitas. Dan seluruh peserta yakin, apabila dipraktekkan, hasilnya akan memuaskan.

Hari pertama…

Setelah mengisi daftar hadir dan menulis nama di Name Tag. Kami masuk ruangan yang AC-nya cukup dingin.

Tepat pukul 08:00 pagi, salah seorang trainer muda yang ganteng dan energik membuka acara. Namanya Mas Aqil. 

Beliau menginstruksikan kepada kami untuk membuat 16 kolom isian yang masing-masing kotaknya diisi kalimat pernyataan dan pertanyaan seputar data diri kami.

Games ini sangat seru dan efektif. Sehingga kami pun bisa saling kenal satu sama lain. Tidak hanya kenal nama. Kami pun dapat informasi siapa yang sudah punya anak lebih dari 3. Dan siapa saja yang masih jomblo. ehhh….

Mas Aqil memang luar biasa. Materi yang berat. Bisa tersampaikan dengan suasana cair. Dan seluruh peserta antusias mengajukan banyak pertanyaan.

Kami dikenalkan metode baru yang berbeda dengan metode lain dalam menyusun suatu project. 

Metode yang digunakan dalam PMD Pro ini adalah menggunakan model fase-fase.

Fase-Fasenya secara singkat seperti ini: IDD – Project Set Up – Planning and Implemention – End of Project Transition - Monitoring, Evaluating, and Control.

Dimana di setiap fase ada Decision Gate. Yaitu proses mengambil keputusan disetiap fasenya. Hal ini berfungsi agar proses di setiap fase bisa berjalan sesuai rencana dan bisa segera diambil keputusan sebelum seluruh prosesnya berjalan.

Kami juga mendapatkan banyak istilah baru. Yang masih asing di telinga kami. Kami mencoba keras untuk menyimpannya dalam kepala kami masing-masing.

Istilah-istilah tersebut antara lain ini:  

Segitiga sama sisi sebagai batasan management project: Scope – Time – Cost.

Enam disiplin management project: Scope Management – Time Management – Project Resource Management – Risk Management – Project Justification Management – Stakeholder Management.

Lima prinsip Management project: Integrated – Participatory – Iterative – Balanced – Comprehensive


Sesi siang, materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Siti Maesaroh. Beliau adalah Manager MEAL (Monitoring, Evaluating, Accountability, and Learning) di lembaga kemanusiaan PKPU. Olehnya, kami diajak untuk melakukan identifikasi masalah apa yang akan kami jadikan project. Mulai dari menyusun problem tree dan objective tree.

Lalu kami juga belajar bagaimana menyusun LFA (Logical Framework Analisys) yang benar. Fungsi LFA adalah sebagai alat bantu instrument analisis, presentasi dan manajemen yang dapat membantu perencana untuk menganalisis situasi eksisting, membangun hirarki logika dari tujuan yang akan dicapai, mengidentifikasi resiko potensial yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan hasil, membangun cara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tujuan (output) dan hasil (outcomes), menyajikan ringkasan aktivitas suatu kegiatan serta membantu upaya monitoring selama pelaksanaan implementasi proyek.

Belajar LFA bikin kepala kami makin ngebullllll……

Tapi, kami jadi paham bahwa LFA ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi serta menemukan indikator  keberhasilan  dari suatu project.

Hal ini karena LFA memiliki pendekatan SMART: Specific – Measurable – Achievable – Relevant – Time.

Logframe  disusun dalam bentuk Matrix  atau biasa disebut dengan logframe matrix yang terdiri atau mempunyai 4 elemen dasar  yaitu:
  1. Hubungan antara Goals, Objectives, Outputs dan Activities
  2. Logika Vertikal dan Logika Horisontal
  3. Indikator
  4. Asumsi dan resiko yang perlu diindetifikasi pada tahap penyusunan program


Rasanya akan panjang kalau saya menuliskan semua ilmu yang sudah dipelajari selama empat hari training.

Dan saya khawatir, yang membaca ini akan makin banyak asap yang keluar dari kepalanya.

Untungnya, disetiap pagi sebelum acara ada games menyusun kata. Pemenangnya adalah mereka yang paling banyak menyusun kata dari isitilah-istilah yang sudah dipelajari di hari sebelumnya.

Ups, dari games ini kelompok saya selalu juaranya.

Ah, memang sesuatu ya kalian….

Oh iya, di sesi penutup, ada Ibu Ade Maesaroh yang menyampaikan materi Monitoring dan Evaluasi.

Beliau baru mendarat dari aksi kemanusiaan di Palu - Sulteng. Dan langsung berbaur bersama kami.

Penyampaiannya jelas, lengkap, up to date, dan berasa banget materi ini sangat berbobot.

Dan kami jadi paham, apa bedanya monitoring dengan evaluasi. Lalu apa itu Issue Log. Dan ini: Learning Lesson. Pelajaran apa yang bisa diambil dari setiap project yang sudah terlaksana.

Semua harus didokumentasikan. Untuk jadi pelajaran di project sejenis di lain waktu. Dan juga penting agar bermanfaat untuk orang lain sesudah kita.

Lalu dari training empat hari ini, yang bisa disimpulkan adalah:
  1. Tema dan konsep acaranya keren
  2. Materinya sangat berkualitas
  3. Trainernya asik dan energik
  4. Pesertanya luar biasa: cerdas dan smart
  5. Ruangannya nyaman
  6. Panitianya humble
  7. Makanannya lezat
  8. Uang transportnya lumayan

Akhirnya muncul satu pertanyaan sebagai penutup dari tulisan ini:

“Kapan ya bisa ikut lagi training PMD Pro selanjutnya?”

“Bagaimana teman-teman yang lain, setuju kan kalau diadain lagi training serupa?”

Sabtu, 25 Agustus 2018

Subuh Aku Jatuh

Siang, saat tiba di tukang urut patah tulang. Sudah ada 3 pasien di ruang tunggu.

Pasien 1: Seorang ibu dari Tj. Priok. Jatuh di kamar mandi. Tulang tangan kirinya geser. Sudah tiga bulan diurut. Sepekan dua kali balik. Alhamdulillah sudah 80% membaik

Pasien 2: Remaja putri usia 15 tahun. Jatuh saat main bola kasti. Kaki kanannya ketiban lawan. Bengkak kayak bakpao.

Pasien 3: Perempuan muda. Usia sekitar 30 tahun. Kaki kirinya dilindes ban motor CBR 250.

Pasien pertama masuk kamar. Tak begitu histeris. Karena sudah tahap pemulihan.

Giliran pasien kedua. Baru satu menit masuk. Menjerit, teriak, dan merintih kesakitan.

Pasien ketiga. "Ibu knp?". Tanya pak haji. "Anu pak haji. Kaki saya dilindes motor". "Oh, motornya gpp?". Canda pak haji.

Langsung teriak. "Aduuhhh pak haji, pelan-pelan dulu kalih. Sakiiiit pak haji. Udah... Udah.. Udaaaaahh pak haji.. "

Giliran saya masuk kamar pasien, dengan perasaan tak karuan.

"Kenape kaki?"
"Tadi subuh jatuh pak haji"
"Lah getol amat, subuh dah jatuh. Jatuh dari mana?"
"Lagi naik tangga, eh licin. Jatuh, terus kebanting dah"
"Terus tangganye gimana?"

Belum sempat saya jawab lagi. Kaki saya langsung diplintir abiiiiiiss....
Gila, jurus apaan yang die pake. Wadawww, sakiiiiiiitt pak hajiiiiiii...!

Selasa, 14 Agustus 2018

Ketemu Teman Lama di Acara Tahlilan, Tapi Saya Lupa Namanya


Teman saya berduka. Ibunya baru saja meninggal dunia. Setelah sakit 40 hari. Sakitnya ini: Diabetes.

Akibat sakitnya itu, beliau menjalani rawat inap. Kemudian bagian jari yang luka dipotong. Tapi setelah dua jari hilang, penyakit tidak kunjung pergi. Bahkan bertambah lukanya ke bagian atas kaki.

Minggu dini hari sang ibu meninggal dunia.

Malam Selasa saya baru bisa datang. Bertepatan dengan malam kedua acara tahlilan. Nah, di acara tahlilan itulah saya ketemu teman lama.

Dia lebih dulu mengenali dan menyapa saya. Kami ngobrol dan bernostalgia. Tapi, yang jadi soal, mengapa setiap pertanyaan yang saya lontarkan, dia seperti agak bingung. Dan jawabannya nggak nyambung.

Saat kembali ke rumah, saya baru ingat. Kalau saya salah duga dan salah nama. Pantas saja dia kikuk dengan beberapa pertanyaan saya. Wong itu bukan tentang dirinya. Dan bukan dirinya saat kami mengalami masa indah saat bersama dulu.

Toh, akhirnya memang benar. Saya belum juga ingat namanya sampai malam berganti pagi.

Sabtu, 12 Mei 2018

Bisa Jadi Kita Belum Puasa


Ramadhan segera berakhir. Kita bertanya kedalam diri masing-masing, apakah tujuan puasa selama ini sudah kita capai?

Inti puasa adalah mendidik, melatih, dan membentuk manusia menjadi manusia yang sesungguhnya. Manusia yang hidup nilai-nilai kemanusiaannya. Manusia yang mampu membersihkan segala hawa nafsunya. Tidak ada lagi sifat dendam, iri hati dan dengki.

Usai Ramadhan, kita kembali mengenal eksistensi diri kita. Diri yang hanya mengharap cinta-Nya. Ridho atas takdir-Nya. Dan rindu bertemu dengan-Nya.

Jangan sampai puasa yang kita jalani, hanyalah rutinitas tahunan yang tidak memberikan bekas kebaikan kepada sesama. Shalat tarawih hanya tersisa lelahnya. Dan, akhirnya semua amalan tersebut tidak menambah cinta kasih-Nya kepada kita.

Duhai Ramadhan, kami rindu padamu. Sampaikan usia kami dapat kembali menemuimu. Ingin sekali rasanya pipi ini basah dengan air mata taubat pada setiap malammu.

Ya Rabb, jadikan puasa tahun ini adalah puasa yang mampu membentuk kami seperti menjadi bayi kembali. Dan kembali kepada fitrah kesucian. Aamiin     

Rabu, 31 Januari 2018

Syukurku


Banyaknya nikmat yang kita dapatkan, kadang membuat kita lupa untuk bersyukur. Saat kita keluar rumah misalnya, kita lupa berdoa, dan setelah selamat sampai tujuan pun kita lupa untuk mengucapkan rasa syukur. Siapa yang mampu mencegah musibah saat di perjalanan, dan siapa yang mampu menjauhkan kita dari kejahatan, kemudian bisa selamat, sehat, hingga kembali ke rumah. Hanya Dialah yang maha kuasa atas diri kita, dan hanya kepada Dialah kita memperbanyak syukur.

Bisa kembali bangun pagi setelah tidur, adalah anugerah yang juga harus disyukuri. Mata yang sebelumnya terpejam bisa melihat kembali suasana sekitar, hidung kembali menghirup udara segar, kaki masih bisa berjalan, tangan masih bisa digerakkan, dan seterusnya, semua itu nikmat yang patut disyukuri.

Sudah memiliki pasangan, kemudian dikaruniai anak, juga merupakan kenikmatan yang tidak setiap orang mendapatkan. Di belahan bumi lain, ada banyak manusia yang menanti pasangan. Dan di belahan bumi lainnya, ada banyak manusia yang berpasangan sekian lama, namun belum mendapatkan keturunan. Kita, sudah lebih baik dari mereka, pasangan ada, dan anak-anak pun diberikan. Yang belum ada, rasa syukur kita kepada-Nya.

Dipandang baik oleh masyarakat, lalu diberikan amanah adalah kenikmatan juga. Bukan karena ilmu, dan bukan karena banyak ibadah lalu kemudian kita dihormati. Namun itu semua adalah pertolongan Dia yang maha kasih dan sayang. Keburukan dan aib kita masih ditutupi oleh-Nya. Andai, dibuka siapa kita sesungguhnya, maka tidak ada satu pun manusia atau makhluk lain yang akan mendekat apatah lagi menghormati.

Kenikmatan lainnya adalah mendapat pekerjaan yang halal. Daging yang tumbuh dari makanan yang haram neraka adalah tempat kembalinya. Oleh karena itu, halal menjadi penting baik untuk kita maupun keluarga kita. Apabila yang masuk ke dalam tubuh sesuatu yang baik dan halal, maka fisik pun akan mudah untuk beribadah.

Hidup di negeri yang aman juga nikmat yang besar. Terbayang bagaimana kondisi saudara-saudara kita saat negerinya masih perang saudara. Atau dalam cengkaraman penjajah. Segala aktifitas diawasi dan dibatasi. Anak-anak putus sekolah, makanan sulit, dan kebutuhan lain memperihatinkan.

Bukti dari keseriusan rasa syukur adalah berusaha maksimal untuk menjadi manusia penuh manfaat. Selalu menambah hal baik sekaligus mengurangi serta meninggalkan hal buruk. Tidak boleh sedetik pun waktu terisi dengan hal yang sia-sia.

Bukti lain dari rasa syukur adalah merasakan bahwa di setiap apa yang kita lakukan ada Dzat yang maha menyaksikan. Maka, tugas apapun akan diselesaikan tepat waktu dan hasil terbaik. Tidak ingin mengecewakan yang memberi tugas, karena semua akan kembali timbal baliknya kepada kita. Baik dan buruk akan kembali kepada kita, baik kecil atau besar.

Saat kita memperbanyak syukur, maka akan mengundang kebaikan dan kenikmatan yang baru. Namun hanya sedikit yang mampu bersyukur. Semoga kita masuk dalam golongan yang sedikit itu. Aamiin.

Ayah: Inspirasi Sejati dalam Kehidupan Kami

Sebuah Kisah dari Perspektif Anak Namaku Taqiyyah, anak kedua dari lima bersaudara. Kami lahir dan tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan c...